SKWNEWS Berita Bola Terkini

#SKWNEWS   skwslot

Hat-trick Ferran Torres, Serta Gol Yamal dan Bardghji Bawa Barcelona Lumat Betis 5-3 Untuk Menjauh dari Madrid

 

SKWNEWS Barcelona memetik kemenangan krusial 5-3 atas Real Betis dalam duel sarat intensitas di Stadion Benito Villamarín, Sabtu malam, berkat hat-trick Ferran Torres, penalti Lamine Yamal, dan performa cemerlang Roony Bardghji. Hasil ini memperlebar keunggulan Barcelona menjadi empat poin atas Real Madrid, sembari membangun momentum jelang menjamu Celta Vigo pada hari Minggu dan partai Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt pada Selasa.

Pertandingan langsung meledak sejak awal. Betis, yang tengah menanjak performanya di bawah Manuel Pellegrini, mencuri start lewat gol Anthony pada menit keenam. Gol cepat itu memantik respons seketika dari kubu tamu. Barcelona, yang di tangan Hansi Flick semakin luwes dalam rotasi dan fleksibel secara taktik, tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Ferran Torres, yang bergerak menyelinap di belakang garis pertahanan, menuntaskan umpan silang Jules Koundé untuk mengubah skor menjadi 1-1. Hanya berselang dua menit, Torres kembali mencetak gol—kali ini dengan penyelesaian akrobatik menyambar umpan Bardghji, bola melewati celah kaki kiper Álvaro Vallés dan membalik keadaan.

Duel tetap terbuka dan berirama cepat, tetapi Barcelona terlihat kian percaya diri memanfaatkan ruang antarlini Betis. Bardghji, yang baru tampil ketiga kalinya sebagai starter sejak bergabung dari Kopenhagen musim panas lalu, menjadi salah satu aktor utama. Dribelnya berulang kali memecah struktur Betis, sementara timing umpannya tajam. Pada menit ke-31, ia mencatatkan namanya di papan skor—sebuah sepakan keras dari dalam kotak penalti yang memperlebar jarak menjadi 3-1, menegaskan malam gemilang sang winger berusia 20 tahun. Torres kemudian melengkapi hat-tricknya pada menit ke-40 lewat tembakan dari luar kotak yang membentur bek dan mengecoh Vallés. Dalam tempo 40 menit, Barcelona sudah memimpin 4-1, dan energi stadion sempat meredup menghadapi efektivitas lini depan Blaugrana.

Di balik pesta gol itu, tampak jelas eksperimen taktik Flick: Lamine Yamal banyak beroperasi di area dalam sebagai gelandang kreatif ketimbang menempel di garis sayap kanan. Pergerakan ini menghadirkan sudut umpan baru untuk menembus blok tengah Betis, sekaligus menciptakan koneksi lebih cepat dengan pengalir bola dari lini kedua. Yamal terlibat dalam rangkaian gol pembuka Torres dan terus menjadi opsi progresi di half-space. Puncaknya tiba pada menit ke-59 ketika ia mengeksekusi penalti dengan tenang—hadiah yang diberikan setelah sepakan Marcus Rashford membentur tangan Marc Bartra yang terangkat di kotak terlarang—untuk menjadikan skor 5-1.

Betis bukannya tanpa perlawanan. Tim peringkat kelima yang sebelumnya menaklukkan Sevilla dan membukukan delapan laga beruntun tanpa kekalahan itu mencoba bangkit di fase akhir pertandingan. Diego Llorente memperkecil ketertinggalan, lalu Cucho Hernández menyarangkan penalti setelah Koundé melanggar Abde di area berbahaya. Rentetan gol telat ini membuat skor akhir 5-3, sekaligus menjadi pengingat bahwa konsentrasi di menit-menit terakhir tetap krusial bagi Barcelona. Di antara rangkaian peluang, Rashford bahkan sempat nyaris menambah keunggulan lewat solo run, namun penyelesaiannya melebar saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Vallés.

Di kubu Barcelona, kemenangan ini juga menegaskan perubahan hierarki di lini depan. Ferran Torres—yang memulai musim sebagai impact sub—kini menjadi penyerang yang paling sering dipasang sejak menit awal oleh Flick, menggeser porsi bermain Robert Lewandowski yang pada usia 37 tahun mulai diatur ketat ritmenya. Torres kini memimpin daftar top skor internal dengan 13 gol (11 di La Liga), hanya kalah dari Kylian Mbappé yang telah mengemas 16 gol di liga. Bardghji menegaskan alasan mengapa ia semakin sering dipercaya: kombinasi dribel menusuk, keberanian mengambil keputusan, serta akurasi umpan silang yang menghasilkan gol penentu arus laga. Sementara itu, Flick menyimpan Lewandowski dan Raphinha di bangku cadangan sepanjang pertandingan—sebuah keputusan yang berimbas ganda: menjaga kebugaran keduanya untuk kalender Eropa, sembari memberi menit bermain pada talenta muda yang sedang on-fire. Kembalinya Fermín López pada babak kedua setelah absen dua laga karena cedera kaki turut memperkaya opsi di lini tengah, memberi keseimbangan saat Barcelona mengelola tempo di fase akhir.

Secara makro, tiga poin ini bernilai strategis. Barcelona bukan hanya menjaga jarak dari Real Madrid, namun juga menunjukkan variasi skema serangan: dari pergerakan melebar yang diakhiri umpan silang, tusukan dari half-space melalui Yamal, hingga agresi vertikal yang dimaksimalkan Torres. Kekurangan yang tersisa—yakni kebobolan di menit-menit akhir—memberi catatan untuk pembenahan terutama pada transisi negatif dan manajemen ruang bek sayap ketika tim dalam fase mendorong garis pertahanan terlalu tinggi.

Bagi Betis, laga ini adalah kombinasi dari start ideal dan kejamnya detail yang tak berpihak. Mereka sempat menekan dan mencuri momentum, namun tak kuasa menahan gelombang peluang berseri yang dibangun Barcelona. Meski kalah, performa akhir yang menghasilkan dua gol balasan menjaga asa dan ritme tim jelang pekan berikutnya. Mereka juga berpotensi disalip Espanyol bila hanya mampu bermain imbang melawan Rayo Vallecano pada hari Minggu—sebuah tekanan tambahan di papan atas yang semakin rapat.

Di pertandingan La Liga lainnya, Villarreal menjaga posisi ketiga berkat gol Tajon Buchanan dan Georges Mikautadze untuk menundukkan Getafe 2-0, tetap hanya terpaut satu poin dari Real Madrid. Sementara itu, Alavés unggul tipis 1-0 atas Real Sociedad dalam derby Basque, menambah warna pada pekan yang sarat kejutan.

Pada akhirnya, malam di Seville menjadi panggung afirmasi bagi Barcelona: Ferran Torres tampil sebagai eksekutor utama, Yamal menegaskan kecerdasan taktikal di usia belia, dan Bardghji memahat kontribusi yang tak sekadar estetis. Kombinasi klinis, fleksibilitas skema, dan kedalaman skuat memberi isyarat bahwa laju mereka di puncak bukan kebetulan—seraya mengirim pesan jelas kepada para pesaing, terutama Real Madrid, bahwa selisih empat poin saat ini adalah buah dari keberanian dan konsistensi yang kian matang.

HOT NEWS

TRENDING

Operasi Patah Fibula Alexander Isak Buat Lini Depan Liverpool Terkapar, Bursa Januari…

Malam Rekor di Bernabeu: Mbappe Samai Jejak Ronaldo, Madrid Jinakkan Sevilla 2-0

Qatar Ukir Sejarah: Dua Final FIFA Dalam 24 Jam, PSG vs Flamengo…

Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek…

Haaland Menyala di Selhurst Park: Brace dan Ketajaman City Lumat Palace 3-0,…

Scroll to Top