#SKWNEWS skwslot
De Ketelaere Membalikkan Keadaan di Bergamo: Atalanta Tumbangkan Chelsea 2-1, The Blues Kian Tertekan
SKWNEWS – Charles De Ketelaere menjadi tokoh utama kebangkitan Atalanta saat menekuk Chelsea 2-1 di Bergamo, memperpanjang laju tanpa kemenangan The Blues menjadi empat pertandingan dan menempatkan ambisi mereka di fase liga Liga Champions pada posisi genting. Dalam malam yang diawali dengan keunggulan tim tamu lewat gol Liga Champions perdana Joao Pedro, Atalanta membalikkan arus setelah jeda: Gianluca Scamacca menyamakan, dan De Ketelaere—yang mengkreasi gol penyama—menyegel kemenangan melalui tembakan telat yang berbelok mengenai Marc Cucurella.
Chelsea datang ke Gewiss Stadium dengan agenda sederhana: menstabilkan performa setelah euforia kemenangan 3-0 atas Barcelona pada 25 November berubah menjadi empat laga tanpa menang di semua kompetisi. Enzo Maresca merombak tim dengan lima perubahan dari hasil imbang 0-0 melawan Bournemouth; Cole Palmer diistirahatkan setelah baru kembali dari absen dua bulan karena cedera. Tidak ada tempat pula bagi wonderkid Estevao yang sebelumnya moncer di Eropa. Namun, perombakan itu tidak langsung menghasilkan ritme. Atalanta menekan sejak awal, dan dalam lima menit pertama Ademola Lookman sudah memaksa barisan belakang London biru berkeringat dingin ketika tusukannya berujung umpan silang yang membentur Robert Sanchez sebelum disapu pergi. The Blues beberapa kali gagal membangun serangan bersih; saat kesempatan terbuka untuk Enzo Fernandez, gelandang Argentina itu menembak jauh di atas mistar.
Lookman terus menjadi sumber masalah di sisi sayap, memaksa intervensi krusial dari Josh Acheampong yang dengan timing sempurna mengadang peluang matang, sebelum bola liar melambung tipis di atas gawang akibat sentuhan Marten de Roon. Selebrasi kecil Acheampong—teriakan dan kepalan tangan—menggambarkan betapa gentingnya momen tersebut. Dari nyaris kebobolan, Chelsea justru memimpin pada menit ke-25. Reece James menemukan ruang di sisi kanan dan mengirim umpan silang rendah yang disambar Joao Pedro dari jarak empat yard. Bendera sempat terangkat untuk offside, tetapi pemeriksaan VAR mengonfirmasi gol tersebut. Itu baru gol ketiga Joao Pedro dalam 16 laga terakhir di semua ajang—sebuah dorongan kepercayaan diri yang tampak akan mengarahkan Chelsea pada malam yang lebih tenang.
Selepas turun minum, Chelsea memiliki peluang emas untuk memperlebar jarak ketika James melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak, hanya meleset beberapa inci dari tiang. Kegagalan itu menjadi titik balik. Atalanta menjaga intensitas, mempercepat sirkulasi dari sayap ke half-space, dan menumpuk pemain di kotak penalti. De Ketelaere, yang sulit dikendalikan sepanjang laga, melihat celah di tiang jauh dan mengirim umpan silang yang melewati barisan bek Chelsea. Scamacca datang dengan lari terukur dan menanduk bola dari jarak dekat pada menit ke-55, menyeimbangkan keadaan dan memantik ledakan suara di Bergamo. Tak lama berselang, Scamacca kembali mengancam dengan sundulan yang memaksa Sanchez melakukan penyelamatan refleks—peringatan bahwa momentum telah beralih.
Maresca merespons kelesuan timnya dengan memasukkan Alejandro Garnacho untuk menambah daya ledak transisi. Dampaknya langsung terasa; sepakan Garnacho memaksa Marco Carnesecchi terbang menepis bola. Namun, seiring waktu berjalan, struktur Chelsea semakin rapuh. Jarak antarlini melebar, cover untuk bek sayap menurun, dan Atalanta—yang sudah memetik kemenangan atas Club Brugge, Marseille, Eintracht Frankfurt, dan kini Chelsea—terus menggulung serangan demi serangan. Pada menit ke-83, hukuman yang ditakuti itu datang. De Ketelaere menerima bola di tepi kotak tanpa kawalan berarti, mengatur sudut, lalu melepaskan tembakan kencang. Bola membentur Cucurella dan berbelok tak terjangkau Sanchez. Gol yang berbau keberuntungan itu tetap lahir dari inisiatif dan keberanian sang penyerang Belgia untuk mengambil keputusan dalam sepersekian detik.
Sepanjang laga, Chelsea tak menemukan jawaban untuk kreativitas dan penempatan posisi De Ketelaere. Catatannya di Liga Champions—enam gol dan tujuh assist dalam 12 penampilan terakhir—menjelaskan mengapa ia menjadi poros serangan yang tak terprediksi. Ia mengapung di ruang antarlini, menyedot perhatian bek, dan membuka jalur bagi Scamacca maupun runner dari lini kedua. Sementara itu, Chelsea yang sempat unggul gagal mempertahankan kontrol setelah jeda. Tempo menurun, kesalahan kecil berulang—umpan yang terlambat, jarak pressing yang tidak rapi—dan peluang penting disia-siakan. Ketika momen krusial datang, Atalanta lebih tajam, lebih berani.
Hasil ini membawa konsekuensi besar bagi peta fase liga. Chelsea, yang duduk di peringkat ke-11, baru mengumpulkan 10 poin dari enam laga. Upaya untuk menembus delapan besar—batas yang memberi tiket otomatis ke 16 besar—kini berada di ujung tanduk. Dua partai penentu menanti pada Januari: menjamu Pafos dan melawat ke Napoli, yang keduanya menuntut konsistensi dan ketenangan yang belum tampak dalam beberapa pekan terakhir. Sebaliknya, Atalanta yang berada di posisi ketiga semakin menancapkan diri sebagai pesaing serius untuk lolos langsung. Koleksi kemenangan atas lawan-lawan berkelas membangun kepercayaan diri bahwa mereka bukan sekadar kuda hitam.
Secara individu, sejumlah catatan akan jadi pekerjaan rumah bagi Maresca. Reece James menampilkan ancaman dari kanan, tetapi keputusannya di momen kunci kurang klinis. Joao Pedro memberi sumbangan gol penting, namun suplai kepadanya mengering saat tim mulai tertekan. Pergantian yang menghadirkan Garnacho menambah daya gigit namun tidak membenahi masalah struktural di transisi bertahan. Di sisi lain, lini belakang yang sempat solid pada babak pertama goyah menghadapi overload dan variasi umpan silang Atalanta. Ketika tekanan meningkat di 20 menit terakhir, The Blues tidak punya cukup kontrol untuk mengembalikan ritme.
Pada akhirnya, pertandingan di Bergamo ini dirangkum oleh satu benang merah: efektivitas di momen penentu. Chelsea punya kans untuk menutup laga saat 1-0; mereka gagal. Atalanta menunggu celah, lalu mengambilnya tanpa ragu melalui dua kontribusi langsung De Ketelaere. Santer terdengar bahwa tim yang sedang naik ke fase gugur adalah mereka yang menguasai detail—detik, sentimeter, keputusan. Malam ini, detail itu memihak Atalanta. Chelsea pulang dengan banyak yang harus direnungkan, sementara Atalanta melangkah dengan keyakinan bahwa kebangkitan mereka bukan kebetulan, melainkan buah dari keberanian dan ketepatan di saat paling menentukan.
-
24 Dec 2025Jackson Bersinar di Tengah Hujan: Senegal Gulung Botswana 3-0, Puncaki Grup D
-
24 Dec 2025Gol Waktu Tambahan Mohamed Salah Selamatkan Mesir dari Kejutan Zimbabwe
-
23 Dec 2025Dari Gugup ke Gemuruh: Maroko Taklukkan Komoro 2-0 di Laga Pembuka Piala Afrika
-
23 Dec 2025Operasi Patah Fibula Alexander Isak Buat Lini Depan Liverpool Terkapar, Bursa Januari di Ujung Pintu
-
23 Dec 2025Malam Rekor di Bernabeu: Mbappe Samai Jejak Ronaldo, Madrid Jinakkan Sevilla 2-0
-
19 Dec 2025Qatar Ukir Sejarah: Dua Final FIFA Dalam 24 Jam, PSG vs Flamengo Panaskan Doha
-
17 Dec 2025Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek Ambisius Saudi Menanti
-
17 Dec 2025Haaland Menyala di Selhurst Park: Brace dan Ketajaman City Lumat Palace 3-0, Tekanan ke Arsenal Kian Menggila
-
15 Dec 2025Rodrygo Selamatkan Madrid: Drama di Mendizorroza, Alonso Bernafas Lega Setelah Menang 2-1 atas Alaves
-
15 Dec 2025Flamengo Tumbangkan Pyramids 2-0 dan Tantang PSG di Final Piala Interkontinental
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS skwslot Operasi Patah Fibula Alexander Isak Buat Lini Depan Liverpool Terkapar, Bursa Januari di Ujung Pintu SKWNEWS –…
#SKWNEWS skwslot Malam Rekor di Bernabeu: Mbappe Samai Jejak Ronaldo, Madrid Jinakkan Sevilla 2-0 SKWNEWS — Kylian Mbappe merayakan…
#SKWNEWS skwslot Qatar Ukir Sejarah: Dua Final FIFA Dalam 24 Jam, PSG vs Flamengo Panaskan Doha SKWNEWS – Qatar …
#SKWNEWS skwslot Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek Ambisius Saudi Menanti SKWNEWS –…
#SKWNEWS skwslot Haaland Menyala di Selhurst Park: Brace dan Ketajaman City Lumat Palace 3-0, Tekanan ke Arsenal Kian Menggila …
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi