Red Alert di Anfield: Liverpool Dilibas PSV 1-4, Krisis Memuncak dan Rentetan Kelam Terparah Sejak 1953–54
SKWNEWS – Musim buruk Liverpool kembali menemukan titik terendah. The Reds dipermalukan PSV Eindhoven 1-4 di Anfield pada laga Liga Champions, Rabu malam, hasil yang memutus catatan 13 laga tak terkalahkan mereka di fase penyisihan grup kompetisi elite Eropa itu di kandang sendiri. Ini juga menjadi kekalahan ketiga beruntun Liverpool dengan selisih tiga gol dan menegaskan rentetan performa terburuk mereka sejak periode serupa pada musim 1953–54.
Pertandingan langsung berbalik menekan tuan rumah sejak awal. Pada menit keenam, sebuah handball yang disebut “aneh” dari kapten Virgil van Dijk berujung penalti untuk PSV. Ivan Perisic tak menyia-nyiakan kesempatan, mengecoh Giorgi Mamardashvili untuk membawa tim tamu unggul cepat. Gol itu sempat membangunkan Liverpool. Sepuluh menit kemudian, tepatnya menit ke-16, Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan setelah Matej Kovar menepis tembakan Cody Gakpo ke arah kaki gelandang Hungaria tersebut. Atmosfer Anfield sempat kembali bergelora, tetapi efisiensi PSV pada momen krusial menjadi pembeda.
Selepas jeda, tim tamu mencuri momentum. Menit ke-56, Guus Til berlari tepat waktu menyambut umpan terobosan Mauro Junior—menusuk celah di depan Milos Kerkez—sebelum menaklukkan Mamardashvili untuk mengembalikan keunggulan PSV. Liverpool kian goyah saat tenaga mulai turun. Pada menit ke-73, tembakan Ricardo Pepi menghantam tiang, bola muntah disambar Couhaib Driouech untuk memperlebar jarak. Di masa injury time, Driouech kembali mencetak gol dengan penyelesaian mudah memanfaatkan umpan silang Sergino Dest, mengunci kemenangan telak 1-4 yang membungkam publik Anfield.
Secara statistik, Liverpool sesungguhnya menekan: 26 percobaan tembakan mereka banding sembilan milik PSV menunjukkan volume serangan yang besar. Tetapi kualitas eksekusi—di kedua kotak—menjadi garis pemisah. Van Dijk sempat nyaris mengubah arah laga lewat sundulan yang membentur sisi bawah mistar, Gakpo menyia-nyiakan peluang emas di tiang jauh, sementara Hugo Ekitike digagalkan penyelamatan gemilang Kovar. PSV, sebaliknya, tajam dan kejam pada peluang yang mereka miliki.
Kekalahan ini makin menyalakan alarm. Liverpool kini telah tumbang sembilan kali dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi—gambaran rentetan negatif yang tak terlihat sejak era 1953–54. Yang membuatnya terasa lebih pahit, Anfield yang biasanya menjadi benteng kokoh justru menyuguhkan hasil-hasil mengecewakan; banyak kursi kosong sebelum peluit akhir karena suporter memilih meninggalkan stadion lebih awal. Sorotan pun kembali tertuju pada performa yang kontras dengan musim lalu kala Liverpool meraih gelar Liga Primer, baik dari sisi intensitas pressing, kerapatan antarlini, hingga disiplin transisi defensif.
Dalam konteks Liga Champions format liga fase, hasil ini mengatrol PSV ke posisi ke-15 dengan delapan poin, sementara Liverpool—yang sebelumnya memenangkan tiga dari empat laga pertama dan sempat menapaki delapan besar—turun ke posisi ke-13 dengan sembilan poin. Secara matematis, peluang ke babak gugur tetap terbuka lebar, tetapi margin kesalahan mulai menipis. Selisih gol yang terkikis dan tren kebobolan beruntun bisa menjadi faktor penentu saat klasemen dipisahkan oleh detail.
Kisah malam ini juga menegaskan paradoks The Reds: menguasai volume peluang tanpa mampu memegang kendali emosi dan struktur pada momen penentu. Gol cepat yang bersumber dari kesalahan sendiri kembali menghantui, sementara inkonsistensi pressing membuat blok pertahanan kerap terlambat bereaksi terhadap umpan-umpan vertikal PSV. Di sisi lain, keputusan di sepertiga akhir—dari pemilihan umpan, orientasi posisi penyerang, hingga kualitas sentuhan pertama—tidak mencerminkan ketenangan yang dibutuhkan untuk mengekstrak nilai dari dominasi.
Arne Slot kini berada dalam sorotan paling terang. Liverpool terlihat berbeda dari versi yang mendominasi Liga Primer musim lalu: jarak antarlini melebar saat membangun serangan, proteksi ruang di half-space longgar, dan rotasi yang bertujuan menjaga kebugaran justru memutus kesinambungan automatisme kolektif. Dengan kalender yang kian padat, solusi jangka pendek yang pragmatis menjadi mendesak: memadatkan blok pertahanan, menyederhanakan progresi dari belakang, dan kembali ke dasar-dasar efisiensi—memenangi duel pertama, mengamankan bola kedua, dan menutup kotak sendiri dengan lebih agresif.
Meski demikian, kompetisi belum selesai. Liverpool tetap memiliki kualitas individu untuk mengubah arah kisah, tetapi hanya jika ditopang penataan ulang yang tegas dan keberanian mengambil keputusan taktis yang mungkin kurang populer. Kemenangan “jelek” pun akan berguna saat ini—asal menumbuhkan kembali rasa percaya diri, merapikan organisasi, dan menutup kebocoran yang berulang. Untuk malam ini, PSV berhak atas pujian: klinis di depan gawang, disiplin dalam struktur, dan matang mengelola momen.
Anfield menuntut reaksi cepat. Dengan tiga kekalahan beruntun berjarak tiga gol, dan bayang-bayang sejarah kelam 1953–54 menempel di pundak, setiap 90 menit mendatang akan terasa seperti final kecil. Liverpool harus membuktikan bahwa periode ini hanyalah kelokan tajam, bukan arah baru perjalanan mereka. Untuk itu, detail—dan keberanian mengeksekusinya—akan menentukan segalanya.
-
24 Dec 2025Jackson Bersinar di Tengah Hujan: Senegal Gulung Botswana 3-0, Puncaki Grup D
-
24 Dec 2025Gol Waktu Tambahan Mohamed Salah Selamatkan Mesir dari Kejutan Zimbabwe
-
23 Dec 2025Dari Gugup ke Gemuruh: Maroko Taklukkan Komoro 2-0 di Laga Pembuka Piala Afrika
-
23 Dec 2025Operasi Patah Fibula Alexander Isak Buat Lini Depan Liverpool Terkapar, Bursa Januari di Ujung Pintu
-
23 Dec 2025Malam Rekor di Bernabeu: Mbappe Samai Jejak Ronaldo, Madrid Jinakkan Sevilla 2-0
-
19 Dec 2025Qatar Ukir Sejarah: Dua Final FIFA Dalam 24 Jam, PSG vs Flamengo Panaskan Doha
-
17 Dec 2025Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek Ambisius Saudi Menanti
-
17 Dec 2025Haaland Menyala di Selhurst Park: Brace dan Ketajaman City Lumat Palace 3-0, Tekanan ke Arsenal Kian Menggila
-
15 Dec 2025Rodrygo Selamatkan Madrid: Drama di Mendizorroza, Alonso Bernafas Lega Setelah Menang 2-1 atas Alaves
-
15 Dec 2025Flamengo Tumbangkan Pyramids 2-0 dan Tantang PSG di Final Piala Interkontinental
HOT NEWS
TRENDING
#SKWNEWS skwslot Operasi Patah Fibula Alexander Isak Buat Lini Depan Liverpool Terkapar, Bursa Januari di Ujung Pintu SKWNEWS –…
#SKWNEWS skwslot Malam Rekor di Bernabeu: Mbappe Samai Jejak Ronaldo, Madrid Jinakkan Sevilla 2-0 SKWNEWS — Kylian Mbappe merayakan…
#SKWNEWS skwslot Qatar Ukir Sejarah: Dua Final FIFA Dalam 24 Jam, PSG vs Flamengo Panaskan Doha SKWNEWS – Qatar …
#SKWNEWS skwslot Brendan Rodgers Resmi Nahkodai Al Qadsiah: Tujuh Pekan Usai Tinggalkan Celtic, Proyek Ambisius Saudi Menanti SKWNEWS –…
#SKWNEWS skwslot Haaland Menyala di Selhurst Park: Brace dan Ketajaman City Lumat Palace 3-0, Tekanan ke Arsenal Kian Menggila …
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Pelatih Dortmund, Sahin Lega Karena Beberapa Pemainnya Mulai Pulih Jelang Laga Kontra Freiburg
-
Setelah Kalah Beruntun Empat Kali City Diminta Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
-
Argentina Menang Tipis 1-0 Atas Peru, Cukup Untuk Membawa 3 Poin dan Nyaman Di Puncak Klasemen Conmebol
-
Brasil Masih Tertatih Dan Hanya Bermain Imbang 1-1 Saat Menjamu Uruguay
-
Dua Gol Marselino Tumbangkan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Cukur Leicester 3-0, Manchester United Masih Butuh Banyak Kemenangan
-
Norwegia Bantai Kazakhstan 5-0, Haaland Cetak Hat-trick Untuk Norwegia Amankan Promosi Nations League
-
Barcelona Menunda Kembali Ke Camp Nou Hingga Pertengahan Februari Tahun Depan
-
Inggris Menyingkirkan Irlandia 5-0 dan Memuncaki Grup Nations League
-
Manajer Manchester City Pep Guardiola Menandatangani Perpanjangan Kontrak
-
Bundesliga: Gol Schick Membawa Leverkusen Meraih Kemenangan 2-1 di Union
-
Madrid Kalah Beruntun Di Santiago Bernabeu, Para Penggemar Kecewa
-
Bermain Imbang 1-1 Kontra Chelsea: Rekor Tanpa Kemenangan The Gunners Berlanjut di Stamford Bridge
-
La Liga: Barcelona Takluk Dari Las Palmas 1-2 di Kandang
-
Dua Gol Lewandowski Bantu Blaugrana Raih Kemenangan Meyakinkan 5-2 Kontra Red Star Belgrade
-
Brace Olmo Membawa Barcelona Semakin Menjauh di Puncak Klasemen
-
Serie A : Lookman Cetak Dua Gol Saat Atalanta Menghancurkan Napoli 3-0
-
Manchester United Menkonfirmasi Penunjukan Ruben Amorim Sebagai Manajer Baru MU
-
Tugas Berat Garuda Setelah Kalah Dari Jepang 4-0, Kini Harus Menang Kontra Arab Saudi